SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta

Jl. Kapten Pierre Tendean 19 Wirobrajan

D. I. Yogyakarta

Webinar Hari Konservasi Sedunia

Selasa, 09 Maret 2021 ~ Oleh adminmuga-jhs ~ Dilihat 141 Kali

Webinar Hari Konservasi Sedunia

 

Memperingati Hari Konservasi Sedunia, SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta mengadakan webinar dengan tema "Degradasi lingkungan, permasalahan, dan tantangan kita bersama". Webinar ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 Maret 2021 melalui aplikasi zoom. Webinar dilaksanakan dari pukul 09.00-11.00 dengan narasumber Bapak Ahsan Nurhadi, S. Si, M. Eng. Beliau merupkan tenaga ahli Pusat Studi Lingkungan Hidup UGM.

Webinar ini dibawakan oleh pembawa acara Ibu Mencik Rumiasih, S. Pd. selaku humas dan dibuka oleh kepala SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta Ibu Heriyanti, S.Pd., M.M. Peserta webinar adalah seluruh tim adiwiyata beserta kader adiwiyata (peserta didik) dan tim adiwiyata dari beberapa sekolah binaan serta sekolah mitra yang juga sedang menggalakkan kegiatan penyelamatan lingkungan dengan menjalankan program sekolah adiwiyata.

Hari Konservasi Sedunia yang sedang diperingati pada tanggal 6 Maret adalah hari yang mengingatkan kita untuk melindungi bumi kita. Sesuai dengan pengertian konservasi sendiri yang berarti perlindungan. Hari Konservasi Sedunia mengingatkan kita agar menjaga, merawat, dan memanfaatkan dengan tepat serta bijaksana seluruh sumber daya alam dan lingkungan yang ada di bumi. Untuk kita yang tinggal di Indonesia berarti kita lebih khusus harus peduli terhadap seluruh sumber daya alam dan lingkungan yang ada di negara kita.

Bapak Ahsan Nurhadi, S.Si, M.Eng selaku narasumber memaparkan data tentang kerusakan lingkungan di negara kita. Semua kerusakan lingkungan yang terjadi semua akibat perilaku manusia yang tidak bijak. Perilaku manusia yang kurang memiliki kesadaran pada pengelolaan sampah, cara memperlakukan ekosistem demi kepentingan individu dan golongan, serta perilaku-perilaku lain yang tidak ramah lingkungan. Beliau juga memaparkan secara detail akibat dari kerusakan lingkungan yang terjadi pada awal tahun 2021. Banjir bandang yang terjadi di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi kini akan sering kita jumpai karena hutan yang dulunya sebagai area peresapan air hujan sudah beralih fungsi menjadi perkebunan. Padahal kita tahu, di pulau-pulau yang sudah disebutkan tadi, dulu tidak pernah terjadi banjir apalagi sampai banjir bandang. Sebelum kerusakan dan bencana lebih besar terjadi, sudah sepatutnya kita mulai menyelamatkan dengan mengembalikan fungsi dan kondisi lingkungan sebagaima seharusnya.

Selain kerusakan ekosistem, narasumber juga memaparkan kondisi fauna yang memprihatinkan. Baik fauna yang hidup di darat, laut, maupun udara. Semua fauna tersebut terkena dampak kerusakan lingkungan. Banyak sekali hewan yang mengonsumsi sampah plastik hingga akhirnya mati dan punah. Sampah-sampah tersebut muncul juga akibat dari perilaku manusia yang tidak bijak dalam mengelola sampah. Berdasarkan hal tersebut ada efek domino atas perilaku manusia yang cenderung merusak lingkungan. Efek domino tersebut tidak hanya berdampak pada kehidupan manusia, tetapi juga pada kehidupan makhluk lain yaitu flora dan fauna yang ikut menempati sebuah ekosistem. Jika hal tersebut terus berlanjut, akan banyak hewan yang punah. Efek ke depan, ekosistem menjadi tidak seimbang. Sudah seharusnya mulai sekarang dengan paham akan apa yang terjadi kita mulai benahi hal-hal yang tidak tepat dan mulai mengurangi tindakan yang berdampak buruk bagi kelangsungan hidup semua makhluk di bumi.

Berdasarkan pemaparan yang terjadi pada lingkungan tersebut, narasumber mendukung adanya program sekolah adiwiyata. Sekolah yang mengikuti program yang diadakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup melalui Dinas Lingkungan Hidup masing-masing daerah ini sebagai upaya untuk menyelamatkan dan menanamkan gerakan cinta lingkungan. Kader adiwiyata dan seluruh warga sebuah sekolah adiwayata secara tidak langsung ikut menyelamatkan lingkungan melalui kegiatan-kegiatan yang diadakan di sekolah masing-masing. Kegiatan tersebut yang akan menjadi kebiasaan setiap warga sekolah sehingga menjadi pola dalam kehidupan sehari-hari di luar sekolah untuk peduli terhadap lingkungan.

Semoga dengan peringatan Hari Konservasi Sedunia ini, kita tidak lupa dengan tugas kita untuk selalu peduli, menjaga, dan bijak terhadap lingkungan kita. Kalau bukan dimulai dari kesadaran diri kita sendiri lingkungan kita tidak akan selamat. Niat baik dan usaha kecil kita terhadap lingkungan akan berdampak besar untuk menciptakan masa depan bumi kita yang lebih baik untuk generasi selanjutnya.

 

Salam adiwiyata ...

Mari selamatkan dan lindungi bumi kita!

 

Oleh : Aprilia Kartika H, S.Pd.

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT