Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mempertahankan predikat sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri, SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta membentuk divisi khusus berupa divisi bank sampah. Kelompok kerja (Pokja) ini menjadi salah satu garda terdepan dalam pengelolaan kebersihan dan edukasi lingkungan hidup di lingkungan sekolah.
Dalam pelaksanaannya, para anggota divisi bank sampah bertugas secara rutin setiap hari Jumat untuk mengambil sampah yang telah dipilah oleh para siswa di setiap kelas. Sampah yang dikumpulkan didominasi oleh limbah kertas dan botol plastik.
Setelah terkumpul di pusat pengelolaan sampah sekolah, tim bank sampah melakukan pemilahan ulang (re-sorting) untuk memastikan sampah terpisah dengan baik sesuai jenisnya sebelum disetorkan dan dijual kepada pengepul.
Kegiatan rutin hari Jumat ini tidak hanya berdampak positif bagi kebersihan lingkungan sekolah, tetapi juga memberikan nilai ekonomis. Hasil penjualan sampah anorganik tersebut dikelola secara transparan dan dimanfaatkan kembali untuk menunjang berbagai operasional kegiatan siswa. Dengan demikian, para siswa belajar secara langsung mengenai konsep reduce, reuse, recycle (3R) sekaligus nilai-nilai kewirausahaan (entrepreneurship) berwawasan lingkungan.
Kegiatan bernilai positif ini berada di bawah koordinasi langsung Ibu Yuniarti, S.Sn. selaku Koordinator Adiwiyata SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Beliau menyampaikan bahwa keberadaan divisi bank sampah ini bertujuan untuk membangun karakter siswa agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
“Melalui divisi bank sampah yang bergerak setiap hari Jumat ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran dan kebiasaan memilah sampah sejak dini. Harapannya, kepedulian ini tidak hanya berhenti di sekolah, tetapi juga diterapkan di rumah dan masyarakat,” ujar Ibu Yuniarti.
Dengan adanya semangat dari para anggota divisi bank sampah, SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta terus berkomitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.
